Wajahnya
yang lucu dengan mata dan bulu yang indah membuat kucing menjadi salah satu
hewan peliharaan favorit di rumah kita. Selain itu kucing juga merupakan hewan
yang setia terhadap pemiliknya . Apalagi bagi anak-anak, kucing dapat menjadi
teman bermain yang mengasyikkan. Bagi orang dewasa, memelihara kucing dapat
memberikan kesenangan tersendiri.
Namun terkadang sebagian dari
kita masih bingung bagaimana caranya merawat kucing agar tetap sehat dan
memiliki bulu indah. Banyak cara pun dilakukan tapi ingat, kucing membutuhkan
perawatan yang berbeda dengan manusia. Salah memberikan perawatan bisa-bisa
berdampak buruk bagi kucing kesayangan kita. Nah, ada baiknya dalam merawat
kucing kita simak 7 tips berikut ini.
1. Menyikat dan Membersihkan Bulu Kucing Secara Teratur
Keindahan kucing yang utama
terletak pada bulu-bulunya yang berkilau dan lucu. Untuk menjaganya agar selalu
bersih, maka sebaiknya kita perlu menyikat dan membersihkan secara teratur dan
rutin . Karena bukan tak mungkin pada bulu kucing terdapat bakteri, kuman
hingga rambut atau bulu mati.
Lakukan sesering mungkin
dengan sentuhan penuh kasih sayang dan perlahan. Karena menyikat atau membersihkan
bulu kucing terlalu keras dapat membuatnya rusak ataupun rontok. Jangan lupa
pula untuk memberikan vitamin A pada kucing untuk menjaga bulunya agat tetap
bersih dan berkilau.
2. Ajarkan Pola dan Kebiasaan Hidup yang Baik pada Kucing
Secara alami, anak kucing
jantan akan buang air di wilayah yang dikuasainya. Sedangkan kucing betina akan
berisik dan selalu gelisah bila sudah masuk musim kawin. Untuk itulah kita perlu
mengajarkan beberapa kebiasaan baik pada kucing. Seperti pergi ke toilet agar
tidak buang air sembarangan, makan yang terpola dan terjadwal, dan
mengajarkannya tidur di tempat yang sudah disediakan, dan juga bisa dilakukan
dengan cara kebiri, karena kebiri adalah cara terbaik untuk mengatasi persoalan
buang air sembarangan ini, kebiri bisa dilakukan pada saat anak kucing berusia
6 bulan oleh dokter hewan.
Sesekali bersikaplah tegas
pada perilaku buruk yang ditunjukkan si kucing. Dengan begitu, dia akan
mengerti mana yang baik dan mana yang buruk. Tapi ingat, bersikap tegas bukan
dengan menyakiti si kucing ya .
3. Lakukan Vaksinasi Secara Teratur
Bagi kucing, terutama anak
kucing vaksinasi adalah hal wajib yang dilakukan secara rutin untuk menghindari
virus dan penyakit. Untuk itu, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter
hewan untuk mengetahui program vaksinasi apa saja yang tepat untuk diberikan
pada kucing kita .
Untuk diketahui nih, vaksin
pertama harus diberikan pada anak kucing saat memasuki usia 9 minggu. Setelah
itu pemberian vaksin dapat dilakukan secara teratur sesuai dengan anjuran dokter
hewan. Jadi, agar kamu tidak lupa saat kapan memvaksin kucing buatlah jadwal
khusus secara berkala.
4. Selain Kebersihan Bulu, Kebersihan Badan Kucing Juga Penting
Anak kucing dibekali insting
alami untuk membersihkan diri yang dipelajari dari induknya. Tapi bukan berarti
kita lepas tangan untuk tidak membersihkan dan memandikannya ya . Sebaiknya
kita harus rajin membersihkan gigi, telinga dan kuku kucing. Karena
bagian-bagian tersebutlah yang sangat rentan terhadap kuman dan bakteri. Jika
dibiarkan kotor, akan menyebabkan penyakit.
Gigi anak kucing sebaiknya
dibersihkan atau disikat agar terhindar dari lapisan kotoran. Gusinya juga
harus berwarna merah muda , jika kamu menemukan warna merah disekitar gigi dan
gusi anak kucing segeralah bawa ke dokter hewan.
5. Ajak Kucing Bermain Keluar Rumah
Bermain merupakan bagian
paling penting bagi perkembangan fisik dan mental anak kucing. Selain itu bagi
kucing rumahan, kegiatan bermain dapat mempererat hubungan kucing dengan
pemiliknya dan membuatnya tetap aktif.
Sesekali ajaklah kucing kita
untuk bermain keluar rumah . Karena dengan begitu kucing akan mengetahui
kondisi sekitar rumah dan membuatnya tidak bisan berada dalam rumah. Minimal
satu minggu sekali kita bisa mengajak kucing kita jalan-jalan atau bermain di
luar rumah, atau sekedar sambil jogging juga bisa lho.
6. Jaga Kebersihan Kandang
Kebersihan tempat tinggal
atau kandang kucing juga sangat penting lho. Kandang yang kotor akan menjadi
sarang bagi kuman dan bakteri. Jika kandang tak segera dibersihkan maka akan
berdampak pula pada kebersihan dan kesehatan kucing , terutama bagi anak kucing
yang masih rentan.
Bersihkanlah kandang sesering
mungkin dengan air bersih kemudian keringkan. Bagian kandang lainnya yang harus
dibersihkan adalah tempat atau mangkuk makan si kucing. Selain itu, menjemur
dan membersihkan tempat tidur juga penting agar si kucing tetap nyaman.
7. Perhatikan Nutrisi dan Kebutuhan Gizi serta Kesehatan Kucing
dengan Memberi Asupan Makanan yang Tepat
Sebagai karnivora, kucing
memerlukan 2x lebih banyak protein dari manusia. Dan anak kucing dapat tumbuh
15x lipat lebih cepat dibanding bayi manusia . Maka dari itu kita harus jeli
saat memberikan makan pada kucing. Jangan sekali-kali memberikan makanan anjing
untuk kucing, karena makanan anjing tidak dilengkapi taurin, nutrisi yang
dibutuhkan kucing untuk mencegah penyakit jantung dan penglihatan kabur.
Juga jangan memberikan bawang
merah dan bawang putih yang bisa menyebabkan anemia. Kucing lebih suka suhu
makanannya kurang lebih sama dengan tubuhnya, tak terlalu dingin atau panas.
Untuk itu, penting memberikan anak kucing makanan yang mengandung jumlah
protein, mineral, vitamin dan lemak tepat dan seimbang agar tetap sehat.