Topik tentang kisah Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja
Purnama (Ahok) pun menjadi hal yang diminati.
Berikut lima
berita yang paling populer disimak pembaca.
1. Anies Baswedan terancam tak pimpin ibu kota
Hasil perhitungan cepat yang dilakukan sejumlah lembaga
menyatakan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menang dalam
pilgub DKI tahun ini.
Namun sayang, Anies tampaknya tak akan memimpin ibu kota.
Pasalnya, ibu kota Negara Republik Indonesia disebut-sebut
akan dipindah dari Jakarta.
Beberapa waktu lalu, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki
menyatakan ibu kota akan dipindah dari Jakarta ke Palangkaraya.
Satu alasan yang melatarbelakangi wacana pemindahan ibu kota
ini adalah agar pusat pemerintahan lebih Indonesia sentris.
Meski begitu, hingga saat ini wacana pemindahan ibu kota
tersebut masih sebatas pembicaraan informal.
"Sudah diwacanakan Presiden tetapi tentu kan mesti
dibahas oleh Bappenas," ucap Teten di Kantor Koordinator Perekonomian,
Jakarta, Jumat (7/4/2017), sebagaimana dikutip dari Kompas.com.
Pemerintah saat ini tengah mengkaji beberapa lokasi untuk
menggantikan Jakarta.
Sayang, pemerintah enggan blak-blakan soal hal tersebut pada
publik.
"Pokoknya di luar Jawa," ujar Menteri Perencanaan
Pembangunan Nasional Bambang Bojonegoro di Jakarta, Rabu (26/4/2017).
Pemindahan ibu kota negara hanya sebatas pemindahan pusat
pemerintahan sementara pusat bisnis tetap akan berada di Jakarta.
Baca juga :
2. Tanggapan Sandi soal isu Ahok akan jabat menteri
Santer diberitakan, bakal mengisi posisi menteri dalam
Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo.
Berkaitan dengan hal tersebut, Presiden Jokowi sendiri sudah
memberikan konfirmasi.
"Ndak, ndak ada itu, sampai saat ini ndak ada,"
kata Presiden Jokowi kepada wartawan usai menghadiri peringatan Isra Mi’raj
tahun 2017 di Pondok Pesantren Al Hikamussalafiyah, Cipulus, Kecamatan
Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (25/4) siang, sebagaimana
dikutip dari Kompas.com.
Pernyataan yang sedikit berbeda pun dilontarkan Calon Wakil
Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno.
Pasangan Anies Baswedan dalam bursa kepala daerah Jakarta
itu menyambut baik jika nanti benar Ahok menjabat sebagai menteri.
"Sangat mendukung. Kami (Anies-Sandi) kalau misalnya
Pak Basuki diberi kesempatan untuk mengabdi (menjadi menteri), kami
doakan," kata Sandiaga di Posko Anies-Sandi, Jalan Cicurug, Jakarta Pusat,
Selasa (25/4/2017).
"Pak Basuki sangat layak sebagai menteri dan kalau
sekarang kesempatannya setelah pilkada, siapa pun putra terbaik bangsa akan
mengabdi, kami berikan dukungan," kata Sandi.
3. Ahok didukung maju jadi Gubernur Bali
Kekalahan Basuki Tjahaja Purnama di pilkada DKI Jakarta
tahun ini menjadi hal yang mengejutkan bagi banyak pihak.
Masa jabatan Ahok tinggal tersisa enam bulan dari sekarang.
Oktober 2017 mendatang, mantan Bupati Bangka Belitung itu
bakal digantikan oleh Calon Gubernur Anies Baswedan.
Usai tak lagi menjabat sebagai Gubernur, Ahok disebut akan
menduduki posisi menteri hingga kepala BUMN.
Sayang, hingga saat ini Ahok belum mendapat kepastian soal
hal tersebut.
Sementara itu, di laman media sosial Twitter, banyak netizen
yang justru mendorong Ahok untuk maju sebagai Gubernur Provinsi Bali.
Sebagaimana diketahui, tahun 2018 mendatang, rakyat Bali
akan melangsungkan pemilihan kepala daerah.
Tak tanggung-tanggung, tagar #AhokForBali1 pun mencuat dan
menjadi viral di laman Twitter.
"Tenang. Ahok kalah di Jakarta.. masih ada
#ahokforbali1," tulis akun @s29budiarto.
"Atas nama toleransi #ahokforbali1," komentar
@handayanicuss.
Namun, hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi
dari Ahok soal isu tersebut.
4. Video dukungan untuk Ahok berubah jadi tangisan
Sebuah video pendek yang menunjukkan meriahnya sambutan
penuh antusiasme fans dan pendukung di Balai Kota tadi pagi, Rabu (26/4/2017).
Akun @basuki_btp_lovers, akun Instagram yang didedikasikan
untuk Ahok mengunggah sebuah video serta keterangan.
"Semangat paakk (emoticon menangis) Bapak tetap
pemenang dihati kami - by mimin yg masih patah hati(emoticon menangis dan patah
hati)
#Ahok #BasukiBTP #BalaiKota."
Video itu menunjukkan bukan hanya ratusan karangan bunga
yang memenuhi sekeliling halaman Balai Kota yang menuai perhatian, tapi juga
momen-momen saat Ahok memasuki Balai Kota.
Mendadak ratusan orang menyerbunya berebut jabat tangan.
Beri salam, panggil nama Ahok, kasih semangat dan motivasi.
Ucapan terima kasih dari para fans juga terdengar.
Dengan sabar dan mengucap 'thank you' Ahok salami satu
persatu.
5. Pidato Jokowi bikin merinding
Musyawaran Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Nasional di
Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dalam kesempatan tersebut Jokowi membuka pidato dengan nada
tinggi.
Jokowi melontarkan pidato dengan nada tinggi tersebut ketika
menyinggung soal penyusunan APBN atau APBD.
Penyusunan tersebut menurut Jokowi hanya dilakukan sebagai
rutinitas.
"Saya ingatkan bahwa kita ini sudah bertahun-tahun,
anggaran kita tidak pernah fokus. Perencanaan kita tidak pernah fokus dan tidak
memiliki prioritas yang jelas," ujar Jokowi, Rabu (26/4/2017) dikutip dari
Tribunnews.com.
"Yang namanya prioritas, yang namanya fokus, itu di
bawah tiga (program anggaran) saja. Atau kalau masih sulit, ya di bawah lima
lah. Jangan semuanya menjadi prioritas," ujar Jokowi dengan nada tinggi,
dikutip dari Kompas.com.
Menurut Jokowi kebiasaan tersebut selalu terulang-ulang.
"Ini kebiasaan kita. Ini rutinitas yang
mengulang-ulang. Ya, saya lihat hampir di semua daerah begitu. APBD saya baca,
APBN saya baca," imbuh dia.
Jokowi memberi contoh melalui penganggaran yang dilakukan
oleh pemerintah pusat.
Menurut Jokowi, pemerintah pusat kini memprioritaskan
pembangunan infrastruktur dan keterbukaan investasi.
Sehingga fokus anggaran hanya ke dua program yang menjadi
prioritas tersebut.